Feeds:
Posts
Comments

dan inilah balasan surat Ibunda dari Bujangnya…

***

Kepada yang tercinta, bundaku yang kusayang

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin.

Ibu, Aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka. Aku telah membaca semuanya, tidak ada satu huruf pun yang aku sisakan. Tapi tahukah engkau Ibu bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’. Semenjak sholat isya’ aku duduk di pintu kamar, aku buka surat yang engkau tuliskan untukku dan aku baru selesaikan membacanya setelah ayam berkokok. Setelah fajar terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan. Continue Reading »

Surat ini ditulis seorang Ibu yang sedang dirundung duka karena anak bujangnya melupakannya selepas menikah dengan seorang gadis. Surat berikut ditulis dalam bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Ustadz Armen Halim Naro Lc. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

***

Untuk anakku yang kusayangi di Bumi Allah ta’aala

Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’aala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya, shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam, keluarga serta sahabatnya.

Wahai anakku, surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara. Setelah berpikir panjang, Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena. Sekalipun keraguan dan rasa malu meliputi diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan terhalangi oleh tangis. Dan setiap kali menitikan air mata, setiap itu pula hati terluka. Continue Reading »

oleh: Annasahmad http://annasahmad.wordpress.com/2012/02/07/rangking-satu/#comment-856

Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”

Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami  menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Continue Reading »

Momen wisuda sudah barang tentu menjadi saat yang paling dinantikan semua mahasiswa. Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan luar biasa jika bisa menjadi bagian dari seremoni yang menandai telah berakhirnya tugas dalam menempuh pendidikan di kampus. Betapa jejak rekam kehidupan kampus yang mengesankan, penuh canda dan tawa, tak lupa air mata, benar-benar terkilas balik dengan jelas pada hari itu. Terperanjat dengan perasaan cepatnya waktu berlalu. Pada hari itu, orangtua dan anaknya saling mengucapkan terimakasih yang begitu tulus. Terimakasih dari anak untuk pengorbanan orangtua dan doa yang dipanjatkan, lalu si anak menjadi semakin sadar betapa dia tak akan pernah mampu membalas jasa keduanya. Continue Reading »

Pekerjaan Impian

Your career is your life. Salah satu pesan yang masih saya ingat diantara ratusan nasihat dosen tercinta. Betul juga. Apapun pekerjaan kita kelak, menjadi wirausahawan atau karyawan, yang jelas aktifitas tersebut akan mengkristal menjadi jalan hidup seseorang. Bagaimana tidak, tujuh hari dalam seminggu, 24 jam sehari, semua yang kita lakukan akan tercurah kepada perkerjaan kita, meskipun merupakan second priority setelah keluarga. Karenanya kita dituntut -kalau bisa- agar sangat selektif dalam menentukan jenis pekerjaan yang kita pilih. Salah pekerjaan berarti salah menentukan jalan hidup. Bila salah jalan hidup, akan susah atau setidaknya memerlukan waktu lama untuk kembali ke jalan yang benar. Continue Reading »

William James ahli Psikolog asal Amerika “Kita, manusia, selalu memikirkan apa yang tidak kita miliki, dan tidak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu melihat sisi gelap dan yang mengerikan dalam kehidupan kita, dan tidak pernahmelihat sisi cerah dalam kehidupan kita. Kita selalu bersedih atas kekurangan yang kita miliki dan tidak pernah bahagia dengan apa yang ada pada diri kita”

—-

Memoar Golda Mayer, mantan PM Israel berjudul Malice. Dia menyebutkan dalam satu fase hidupnya dia harus bekerja selama enam belas jam tanpa istirahat demi memperjuangkan prinsip-prinsipnya yang sesat dan pikiran-pikirannya yang menyimpang itu, hingga akhirnya berhasil melahirkan Negara Israel bersama-sama dengan Ben Guirdon. Continue Reading »

Sebuah terobosan coba ditawarkan Indonesia melalui KP3EI Komite Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk menyatukan tiga zona waktu Indonesia menjadi GMT+8. Seperti dilansir BBC Indonesia, pertimbangan utama dalam penyatuan ini, menurut Edib Muslim jubir KP3EI, adalah meningkatkan produktivitas ekonomi dan berdampak dalam peghematan energi seperti listrik. Selama ini perbedaan zona waktu juga mempengaruhi aktivitas ekonomi terutama di kawasan Indonesia timur yang berbeda dua jam dengan pusat bisnis Jakarta. baca selengkapnya di http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=299155.

Samoa dan Tokelau adalah dua Negara kecil di Pasifik yang lebih dulu melakukan penyamaan zona waktu guna meningkatkan hubungan dagang regional antara Australia dan Selandia Baru. Saat itu, mereka langsung melompat dari hari kamis ke Sabtu, sehingga tidak memiliki hari Jumat 30 Desember 2011. Continue Reading »